Saturday, December 31, 2011

mengapresiasikan drama anak


BAB I
PENDAHULUAN
A.     LATAR BELAKANG
Sastra pada dasarnya merupakan ciptaan, sebuah kreasi bukan semata-mata sebuah imitasi (dalam Luxemburg, 1989: 5). Karya sastra sebagai bentuk dan hasil sebuah pekerjaan kreatif, pada hakikatnya adalah suatu media yang mendayagunakan bahasa untuk mengungkapkan tentang kehidupan manusia. Oleh sebab itu, sebuah karya sastra, pada umumnya, berisi tentang permasalahan yang melingkupi kehidupan manusia. Kemunculan sastra lahir dilatar belakangi adanya dorongan dasar manusia untuk mengungkapkan eksistensi dirinya. (dalam Sarjidu, 2004: 2).

Biasanya kesusastraan dibagi menurut daerah geografis atau bahasa. Jadi, yang termasuk dalam kategori Sastra adalah: Novel cerita/cerpen (tertulis/lisan), syair, pantun, sandiwara/drama, lukisan/kaligrafi. Drama adalah salah satu sastra yang amat popular hingga sekarang. Bahkan di zaman ini telah terjadi perkembangan yang sangat pesat di bidang teater. Contohnya sinetron, film layar lebar, dan pertunjukan – pertunjukan lain yang menggambarkan kehidupan makhluk hidup.

Selain itu, seni drama juga telah menjadi lahan bisnis yang luar biasa. Dalam hal ini, penyelanggara ataupun pemeran akan mendapat keuntungan financial serta menjadi terkenal, tetapi sebelum sampai ke situ seorang penyelenggara atau pemeran harus menjadi insan yang profesionalitas agar dapat berkembang terus.

Drama anak merupakan sutu bentuk drama yang lakonnya adalah anak-anak. Karena konteks yang akan kami bahas adalah drama anak maka sebagian dalam makalah kami akan membahas drama anak tersebut.

Berdasarkan ulasan di atas, maka penyusun membuat makalah ini guna membantu para pembaca mengerti tentang drama, unsur-unsur drama, dan contoh drama anak.

B.      RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang di atas maka didapatkan rumusan masalah sebagai berikut:
  1. Apa pengertian drama?
  2. Apa pengertian drama anak?
  3. Apa saja unsur-unsur yang terdapat drama?
C.      TUJUAN PENULISAN

Dari rumusan masalah di atas maka didapatkan tujuan penulisan sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui pengertian drama.
  2. Untuk mengetahui pengertian drama anak.
  3. Untuk mengetahui unusur-unsur yang terdapat dalam drama.




















BAB II
PEMBAHASAN
A.     PENGERTIAN DRAMA

Kata drama berasal dari bahasa Yunani Draomai yang berarti berbuat, berlaku, bertindak. Jadi drama bisa berarti perbuatan atau tindakan. Arti pertama dari Drama adalah kualitas komunikasi, situasi, actiom (segala yang terlihat di pentas) yang menimbulkan perhatian, kehebatan (axcting), dan ketegangan pada para pendengar. Arti kedua, menurut Moulton Drama adalah hidup yang dilukiskan dengan gerak (life presented in action).

Menurut Ferdinand Brunetierre : Drama haruslah melahirkan kehendak dengan action. Menurut Balthazar Vallhagen : Drama adalah kesenian melukiskan sifat dan sifat manusia dengan gerak. Arti ketiga drama adalah cerita konflik manusia dalam bentuk dialog yang diproyeksikan pada pentas dengan menggunakan percakapan dan action dihadapan penonton (audience)
Adapun istilah lain drama berasal dari kata drame, sebuah kata Perancis yang diambil oleh Diderot dan Beaumarchaid untuk menjelaskan lakon-lakon mereka tentang kehidupan kelas menengah. Dalam istilah yang lebih ketat, sebuah drama adalah lakon serius yang menggarap satu masalah yang punya arti penting – meskipun mungkin berakhir dengan bahagia atau tidak bahagia – tapi tidak bertujuan mengagungkan tragedi. Bagaimanapun juga, dalam jagat modern, istilah drama sering diperluas sehingga mencakup semua lakon serius, termasuk didalamnya tragedi dan lakon absurd.
Drama adalah satu bentuk lakon seni yang bercerita lewat percakapan dan action tokoh-tokohnya. Akan tetapi, percakapan atau dialog itu sendiri bisa juga dipandang sebagai pengertian action. Meskipun merupakan satu bentuk kesusastraan, cara penyajian drama berbeda dari bentuk kekusastraan lainnya. Novel, cerpen dan balada masing-masing menceritakan kisah yang melibatkan tokoh-tokoh lewat kombinasi antara dialog dan narasi, dan merupakan karya sastra yang dicetak. Sebuah drama hanya terdiri atas dialog; mungkin ada semacam penjelasannya, tapi hanya berisi petunjuk pementasan untuk dijadikan pedoman oleh sutradara. Oleh para ahli, dialog dan tokoh itu disebut hauptext atau teks utama; petunjuk pementasannya disebut nebentext atau tek sampingan.


B.      PENGERTIAN DRAMA ANAK

Secara umum pengertian drama anak adalah teks yang bersifat dialog dan isinya membentangkan sebuah alur (Luxemburg, 1984: 158). Dapat juga dikatakan bahwa drama adalah karya sastra yang bertujuan menggambarkan kehidupan dengan mengemukakan emosi lewat lakuan dan dialog, lazimnya dirancang untuk pementasan di panggung, (Sudjiman, 1984: 20). Sedangkan secara khusus, pengertian drama anak-anak adalah proses lakuan anak sebagai tokoh. Dalam berperan, mencontoh atau meniru gerak pembicaraan seseorang, menggunakan atau memanfatkan pengalaman dan pengetahuan tentang karakter dan situasi dalam suatu lakuan, baik dialog maupun monolog guna menghadirkan peristiwa dan rangkaian cerita tertentu, (Wood dan Attfield, 1996:144).

C.   CIRI-CIRI DRAMA ANAK
Drama anak-anak tidak jauh beda dengan cerita anak-anak, baik dari segi bahasanya, tema, pesannya. Yang berbeda adalah dari segi dialog yang sederhana dan jumlah adegan yang tidak terlalu panjang dan berbelit.
D.     MANFAAT DRAMA
a.       Menyalurkan hobi
b.      Berkelompok (Bersosialisasi)
c.       Pembentukan Postur Tubuh
d.      Apresiasi dramatik.
e.       Pengembangan ujar
f.       Mempertajam kepekaan emosi
g.      Meningkatkan pemahaman
E.    UNSUR-UNSUR DRAMA

Adapun unsur yang membangun drama anak-anak adalah sebagai berikut:
·         Unsur intrinsic

1. Tokoh
Tokoh dalam drama anak-anak selain orang dewasa dan anak-anak juga biasa  berupa boneka, binatang,  tumbuhan, dan benda mati, sikap dan tingkah lakunya tetap  menggambarkan kehidupan manusia. Ciri–ciri tokoh drama anak-anak, yaitu yang pertama memiliki ciri-ciri kebadanan seperti: usia, jenis kelamin, keadaan tubuh,dan kondisi wajah. Yang kedua, ciri-ciri kejiwaan, misalnya mentalitas, moral, temperamen, kecerdasan, dan kepandaian dalam bidang tertentu. Yang ke tiga adalah  ciri-ciri kemasyarakatan, misalnya status sosial, pekerjaan, pendidikan, ideology, kegemaran,dan peranannya dalam masyarakat. 
  
2. Alur
Alur atau plot dalam drama biasa juga disebut dengan plot atau jalan cerita. Alur atau struktur drama anak-anak pada umumnya mengandung lima rangkaian peristiwa, yaitu:
-          Perkenalan adalah rangkaian peristiwa dalam drama anak- anak yang berisi mengenai keterangan tokoh dan latar. Dalam hal ini, pengarang memperkenalkan para tokoh, menjelaskan peristiwa yang akan terjadi.
-          Konflik  adalah tahapan rangkaian peristiwa  dalam drama anak-anak yang menimbulkan suasana emosional karena pertentangan antara manusia dengan alam, manusia dengan sesama manusia, manusia dengan pencipta- Nya, dan manusia dengan diri sendiri.
-          Klimaks adalah tahapan rangkaian peristiwa dalam drama anak-anak yang menimbulkan puncak ketegangan.
-          Antiklimaks adalah tahapan rangkaian peristiwa dalam drama anak-anak yang menunjukkan  perkembangan lakuan ke arah selesaian.
-          Penyelesaian adalah tahapan rangkaian peristiwa dalam drama anak-anak yang diakhiri kebahagiaan, kedamaian, ataupun kesedihan.

3. Latar
Konsep tentang latar telah  dipelajari sebelumnya pada unsur pembangun karya sastra anak dalam bentuk prosa. Seperti yang kita ketahui bahwa latar dalam karya sastra anak yang dikenal adalah latar tempat dan latar waktu.

4. Tema
Pada umumnya tema dalam teks drama anak-anak dinyatakan secara eksplisit. Di samping itu, tema drama anak-anak merupakan pikiran utama yang dikaitkan dengan masalah kebenaran dan kejahatan. Misalnya, perbuatan yang jahat akan dikalahkan oleh perbuatan yang baik.

·      Unsur Ekstrinsik
Adapun unsur ekstrinsik yang terdapat dalam karya sastra yang berbentuk drama anak-anak, meliputi: yang pertama adalah biografi pengarang, dalam hal ini pengarang sastra anak-anak perlu menjiwai corak kpribadian anak-anak.Yang kedua adalah psikologi, ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang,(P. Hariyanto, 1997-1998: 930), psikologi juga merupakan ilmu yang berkaitan dengan proses-proses mental, baik berkenaan dengan proses mental yang normal maupun tidak normal.Yang ketiga adalah sosiologi, ilmu pengetahuan yang mempelajari berbagai struktur sosial dan proses-proses  sosial, (P. Hariyanto, 1997-1998: 932).

Kelengkapan Drama
1.    Naskah drama : skrip yang dijadikan panduan pemain sebelum pentas.
2.    Penulis naskah : orang yang menulis skenario dan dialog dalam bentuk jadi naskah drama.
3.    Sutradara : orang yang memimpin atau yang mengatur suatu kelompok drama.
4.    Pemain : orang yang berperan melakonkan cerita.
5.    Lighting : pengatur cahaya dalam pementasan.
6.    Tata busana/make up : bagian kelengkapan drama yang bertugas merias dan memakaian propertis pakaian.
7.    Tata suara : pengatur suara untuk memunculkan efek tertentu dalam pementasan.
8.    Tata panggung : kelengkapan drama yang mengatur latar setiap adegan.
9.    Panggung : tempat bagi pemain untuk melakonkan cerita.


F.    CONTOH DRAMA ANAK

Suasana di depan sekolah pada suatu siang sepulang sekolah. Terlihat seorang anak sekolah bernama Deri membeli beberapa kantung kacang dari sebuah warung. Ia segera pulang ke rumahnya.

SUASANA RUMAH DERI:
Deri: deri membuka sepatu dan kaus kakinya. Ia meletakkannya begitu saja di belakang pintu rumahnya. Ia lalu segera pergi ke kamarnya. Ibunya melihat tindakan Deri.

Ibu : (marah) "Deri, sepatumu jangan diletakkan sembarangan. Kan, sudah ibu sediakan rak khusus untuk menyimpan sepatu."
Deri : (menyeka keringat di keningnya) "Deri kan capek, Bu. Hari ini rasanya gerah banget. Lagian, kan ada Bi Surti."
Ibu : "Bi Surti pulang kampung selama tiga hari. Lagian, kenapa kamu menanyakan Bi Surti?"
Deri : "Biasanyakan Bi Surti yang suka membereskan sepatuku."
Ibu : (kesal) "Untuk hal seperti ini, Ibu rasa kamu bisa me ngerjakannya sendiri."
Deri : (segera mengambil sepatu dan kaus kakinya yang ber serakan) "Aahh… Ibu." Deri segera masuk ke kamarnya.
SUASANA BERGANTI MENJADI KAMAR DERI.
Di kamar, terdapat sebuah tempat tidur kecil, kipas angin, meja belajar, dan sebuah tempat
sampah. Deri merebahkan diri di atas tempat tidurnya. Ia melemparkan tasnya ke samping bawah meja belajarnya. Ia belum mengganti baju seragamnya. Lalu, ia menyalakan kipas angin.
Deri : (sambil membaca buku yang diambilnya dari meja belajar) "Ahh… beginikan lebih enak…." Deri membuka bungkus kacang yang ia beli tadi. Ia membuka satu per satu dan melemparkan begitu saja kulit-kulit kacang ke bawah tempat tidurnya.
SUASANA MALAM.
Deri tidak bisa tidur. Ia mendengar suara-suara aneh. Ciiitttt... cit... cittt.... Deri ketakutan. Dari kolong tempat tidurnya, keluar seekor tikus.
Deri kaget. Ia paling takut pada tikus. Tidak berapa lama kemudian, beberapa ekor tikus keluar dari kolong tempat tidurnya. Deri mengambil sapu ijuk.
Deri : (mencoba mengusir tikus-tikus) "Ukhhh... mengganggu saja!" (memukul seekor tikus)
Beberapa tikus malah menghampiri Deri.
Deri : (ketakutan dan menjerit-jerit) "Ibu, Ibu tolongin Deri!"
Ibu : (membuka pintu kamar Deri) "Ada apa kok kamu teriak-teriak?"
Deri : (wajahnya pucat) "Ibu, banyak si Jerry!"
Ibu : "Jerry, siapa itu Jerry?"
Deri : (menunjuk ke bawah tempat tidurnya) "Maksud Deri banyak tikus kecil."
Ibu : (kebingungan) "Di mana?"
Deri : "Itu di bawah tempat tidur Deri! Deri takut. Deri tidak mau tidur di kamar Deri."
Ibu : "Ya sudah, malam ini kamu tidur bersama kakakmu saja."
SUASANA PAGI HARI.
Ibu masuk ke kamar Deri. Ia kaget melihat sampah-sampah berserakan di bawah tempat tidur Deri.
Ibu : (berteriak, mukanya cemberut) "Derii…sini!"
Deri : (memakai seragam sekolah) "Ya ada apa, Bu?"
Ibu : "Lihat!" (menunjuk ke sampah yang berserakan) "Kamu jorok sekali. Pantas banyak tikus di kamarmu."
Deri : (malu dan tertunduk) "Habis bagaimana dong?"
Ibu : "Lho kok, malah tanya. Mulai sekarang kamu harus menjaga kebersihan kamarmu. Kamu jangan membuang sampah sembarangan lagi. Kan, sudah ibu sediakan tempat sampah di kamarmu (menunjuk ke tempat sampah). Apa perlu Ibu membuatkan peringatan di sini?"
Deri : "Ibu bisa saja. Deri janji tidak akan membuang sampah sembarangan lagi. Deri kapok sama si Jerry-Jerry nakal."
Ibu : (tersenyum) "Ya sudah, sekarang kamu pergi sekolah. Pulang sekolah nanti, kamu harus membersihkan kamar mu."
Deri : "Baik, Bu!" Sejak saat itu, Deri selalu menjaga kebersihan kamar nya.
Dari contoh drama di atas dapat ditentukan unsur-unsurnya :
·         Tokoh dan sifatnya :
Deri bersifat jorok ( Deri membuka sepatu dan kaus kakinya. Ia meletakkannya begitu saja di belakang pintu rumahnya, Deri membuka bungkus kacang yang ia beli tadi. Ia membuka satu per satu dan melemparkan begitu saja kulit-kulit kacang ke bawah tempat tidurnya, Kamu jorok sekali, pantas banyak tikus di   kamarmu) .dan Ibu Deri bersifat pemarah ( Deri, sepatumu jangan diletakkan sembarangan. Kan, sudah ibu sediakan rak khusus untuk menyimpan sepatu).

·         Latar Waktu :
Siang hari (suasana di depan sekolah pada suatu siang sepulang sekolah) dan malam hari (Suasana malam, Deri tidak bisa tidur). Latar tempat di depan sekolah dan di dalam rumah. Latar suasana lucu.

·         Tema :
Menjaga kebersihan.

·         Alur :
menggunakan alur maju (pemaparan-pertikaian-klimak-leraian-penyelesaian).

·         Amanat :
 Sebaiknya kita membiasakan hidup bersih.











BAB III
PENUTUP
A.            Kesimpulan
Dari uraian di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa:
Drama adalah satu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor. Sedangkan dramatik adalah jenis karangan yang dipertunjukkan dalan suatu tingkah laku, mimik dan perbuatan.
Drama anak merupakan suatu bentuk drama yang diperankan/ tokoh pelakunya adalah anak-anak. Ketoprak adalah seni pertunjukan tradisional yang dalam memainkannya diiringi dengan alat-alat musik seperti gamelan, gong, suling, dll. Drama modern adalah drama yang memiliki tujuan untuk memberikan pendidikan kepada mesyarakat yang umumnya bertema kehidupan manusia sehari-hari.
Unsur – unsur Drama:
a.      Tema
b.      Alur
c.       Tokoh
d.      Latar
e.      Amanat
Manfaat drama:
  1. Menyalurkan hobi
  2. Berkelompok (Bersosialisasi)
  3. Pembentukan Postur Tubuh
  4. Apresiasi dramatik.
  5. Pengembangan ujar
  6. Mempertajam kepekaan emosi
  7. Meningkatkan pemahaman
B.      Saran
  1. Hendaknya sekarang ini kita harus dapat megajarkan drama kepada anak SD agar mereka dapat mengapresiasikan bakatnya.
  2. Kita sebagai generasi muda harus bisa melestarikan budaya yang ada di Indonesia seperti ketoprak. Sekarang ini ketoprak sudah mulai hilang dari tanah air, untuk itu kita harus memperjuangkan apa yang telah nenek moyang kita wariskan agar dapat menjadi suatu ciri khas dari negara Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA
  1. http://arterasta.co.cc/mengenal-drama/#more-22
  2. http://sendratasik.wordpress.com/2008/12/05/pengertian-drama-dan-teknik-penulisan-naskah-drama/
  3. http://www.slideshare.net/hanifphone/drama-429983
  4. http://aamovi.wordpress.com/2009/03/26/pengertian-drama-dan-teater-2/
  5. http://organisasi.org/arti-definisi-pengertian-drama-dan-jenis-macam-drama-pelajaran-bahasa-indonesia
  6. http://my-name-is-sedre.jimdo.com/2009/05/09/pengetahuan-dasar-teater-dan-drama
  7. http://awan965.wordpress.com/2008/02/27/perkembangan-sastra-di-indonesia/

1 comment: